Name:
Location: Jakarta Selatan, DKI, Indonesia

Darul Makmur St. Parapatiah. Memulai karier sebagai pelaut ulung mengarungi tujuh samudra, setelah menyelesaikan Akademi Pelayaran. Dengan semangat membina karier di laut, maka pada Agustus 1980 dapat meraih Master Ocean Going alias Captain. Dorongan ingin berprestasi dan berkarier lebih baik, setelah 11 tahun digeluti, dunia samudra ditinggalkannya, dengan memulai karier didarat. Bekerja didarat, memaksa praktisi ini harus memperdalami ilmu manajemennya, sehingga jadilah menyelesaikan Sarjana Pelayaran dibidang Administrasi Pelayaran (S.Pel) di STTK Hatawana dan juga Magister Management (MM) di STIE IPWI dan Master Mariner (MMr) di STIP. Dengan ilmu dan pengalaman yang dimiliki dan dengan kemauan serta kepercayaan diri nan tinggi dianya memutuskan untuk berpindah kwadrant, kelingkungan tangan diatas dengan terjun langsung kedunia nan penuh tantangan, dunia bisnis. Kini telah bergelut dalam Manpower supply for oil & Gas, ISP dan Pendidikan bisnis.

Friday, November 03, 2006

BUKITTINGGI IT PARK

The Brief Idea


IT business memiliki paradigma ekonomi tersendiri yang ternyata bisa juga memberikan dorongan besar untuk bergulirnya ekonomi riel. Pada IT Business factor tempat lokasi dan waktu bisa bersifat relative, yang utama adalah tersedianya source of knowledge untuk mengerjakan pekerjaan2 IT berdasarkan permintaan dari market.


Beberapa tempat di dunia ini, telah bisa mengembangkan sebuah komunitas bisnis IT yang khas, walau berada di tempat yg berjauhandari pihak pembeli/pasar. Seperti Bangalore di India, cyberjaya dan penang di Malaysia dan silicon valley yg sudah terkenal lama, di Indonesia kita kenal BHTV (Bandung High Tech Valley) dan Balicamp (Sigma Cipta Carak group)


Terbersitlah ide untuk mengembangkan komunitas bisnis IT serupa di ranah Minang, tepatnya di Bukittinggi, dengan asumsi bahwa orang Minang antara lain para perantau dari Bukittinggi memiliki Knowledge yang potential untuk menggulirkan bisnis tsb, pada gilirannya kelak, komunitas IT tersebut akan mendorong bergeraknya berbagai bisnis sector riel di sekitar Bukittinggi dan sumbar secara umum.


Ambo sendiri bukan urang Bukittinggi, ambo berasal dari Palembayan, daerah pinggiran di tepi hutan, sebalik pebukitan danau maninjau. Sejak ketek ambo lah gadang di Banduang, urang labiah manyangko ambo urang Sunda dari pado urang Minang, tapi niat mulia ambo untuk majunyo ranah Minang melalui dunia IT lah yg mendasari nyo

Paradigma yg kita pakai adalah paradigma dunia maya/internet, dimana bukITpark adalah sebuah ranah virtual yg bersifat terbuka, tanpa batas ( borderless ), bisa diakses dan saling menguntungkan Ranah virtual tak selalu harus memiliki badan hukum legal atau hirarki kepengurusan formal, Implementasi di dunia riel, dalam bentuk badan usaha formal adalah entitas lain yg bisa saja memiliki relasi tapi tak harus terikat secara formal.

harapannya ranah virtual ini akan mendorong aktivitas bisnis rieldalam bidang IT dan bidang lainnya yang bisa di fasilitasi dengan IT, diranah Minang secara umum. Dalam berbagai bentuk; computer course, software house, lembaga pendidikan IT, lembaga penelitian, IT/computer Store, IT service, IT remote worker, freelance expert, IT Outsorching project, e-commerce dan berbagai bentuk kegiatan positif lainnya yang memiliki relasi.


Ide tersebut dinamai “Bukittinggi IT Park”, dengan call sign "bukITpark.com", Information Technology Business Community.


Nama Bukitttinggi dipilih karena citranya yang lebih netral daripada nama Padang atau Minang misalnya, jadi tak selalu harus diasosiasikan dengan etnis Minang secara eksplisit, walau secara implicit pelakunya adalah orang Minang juga. Perlu disadari juga bahwa imageMinang saat ini memiliki konotasi positif maupun negative, sehingga hal tersebut harus masuk dalam perhitungan resiko bisnis juga. Keberhasilan ide ini, akan memberi dampak positif bagi pengembangan IT dan bisnis secara umum di ranah Minang. Bila pun terjadi kegagalan atau permasalahan negatif lainnya, tak selalu akan menjatuhkan image Minang secara keseluruhannya.


Gagasan tersebut telah coba dilemparkan di komunitas maya para perantau Minang seluruh dunia di mailing list Rantaunet dan milis praktisi IT, Minang-it@yahoogroups.com, dan mendapat tanggapan yg beragam.


Salah satu identifikasi resiko yg harus dimasukkan dalam pengembangan ide ini, ialah karakteristik orang Minang sendiri, yg cukup khas, pasti akan banyak positif dan negatifnya, tapi justru karena itulah, ide ini tambah matang.


Ide awal ini masih mentah sehingga berbagai tahap, diskusi, pertentangan pendapat dan lintasan perguliran akan membentuknya menjadi sebuah konsep yang bisa diwujudkan dalam bentuk riel yang operasional.


Untuk tahap awal, ide tsb akan diwujudkan dalam ranah virtual (cyberspace) sekitar 1-2 tahun, sambil jalan diharapkan pada tahun 3-5, bisa terwujud format riel bisnisnya
Dalam jangka waktu 10 tahun, bisa benar benar telah terwujud "Bukittinggi IT Park" yang bisa berjalan secara feasible dan profitable.


PERKIRAAN TAHAPAN PROSES TAHAPAN AWAL (0 - 3 tahun)


Aktivitas virtual

Lontaran dan pematangan ide (Brainstorming season) Formulasi idea, menjadi konsep yang terstruktur yg sistematis (Formulation step) Sosialisasi dan marketing konsep (launching the concept) Membangun link dan network.


Aktivitas riel

Tahapan awal (1 - 3 tahun)


Membangun network pada beberapa lembaga bisnis IT yang telah ada di Bukittinggi dan Padang (Kursus computer, toko computer, software house, service computer,
warung internet, homepage local (Koran/universitas/pemerintah dll), dan entity bisnis IT lainnya).

Mendirikan lembaga IT kecil di Bukittinggi sebagai embryo, bisa berupa kursus computer, toko computer, tempat service computer/elektronik dan warnet Sumber: tempat yg disediakan mak Darul di daerah Canduang, atau kursus elektronik LET di jl panorama Bukittinggi


Menggulirkan berbagai bisnis yg berbasis IT, atau bisnis lain yang bisa memanfaatkan fasilitas IT, semisal info bisnis via internet untuk pariwisata atau penjualan produk pertanian Bukittinggi dan sekitarnya


TAHAPAN MEDIUM (3 - 5 tahun)


Bila konsep bukITpark telah diketahui banyak orang di dunia riel, maupun dunia maya, telah timbul business need, bisalah digulirkan berbagai kontak bisnis via cyberspace (outsourching, software house, remote worker, bisnis information transaction etc.)

Dalam tatanan riel, aktivitas bisnis telah bergulir dengan baik, feasible (market, financial, process). Telah dibuat legalitas formal dari badan usaha.


Telah bisa dilakukan konsolidasi antara aktivitas di cyberspace dengan aktivitas bisnis riel.

Negosiasi dengan pihak investor yg mau mendanai berbagai proyek yang prospektif.
Membangun relasi yang positif dengan pihak pemerintah dan masyarakat umum.

TAHAPAN FINAL REALISASI (5 - 10 tahun)


Dibangun berbagai sarana IT Park yg lengkap dengan fasilitas teknologi yg mencukupi pula. (sarana pendidikan, sarana bisnis, sarana telekomunikasi, sarana legal dll)

Format bentuknya kira2 adalah gabungan dari; Sekolah computer Bina Nusantara Jakarta, Politeknik Del Sumut, Balicamp, BHTV, Sigma Cipta caraka ( software house ), jatis, EbDesk dll.


Secara riel Bukittinggi IT Park telah terealisir, dalam fasilitas yang lengkap, network bisnis telah terbangun kuat dan bisnis telah berputar secara alami


Bayangannya kira2 seperti IT Center di Bangalore India saat ini, tapi dengan berbagai kekhususannya, yang unique (tak selalu harus sama)


TAHAPAN PENGEMBANGAN (10 - 15 tahun)


Berdasarkan berbagai permasalahan dan kondisi riel bisnis serta prediksi ke masa depan, perlu dirancang pengembangan dari konsep riel ini.


BAYANGAN TENTANG INFORMATIONAL TECHNOLOGY PARK


IT Park, merupakan suatu kawasan yang mana IT menjadi sarana utama pengembangannya. Dengan melihat pada contoh yg berlaku di beberapa tempat antara lain : cyberjaya Malaysia, Bangalore India, Silicon valley US, serta bentuk contoh praktis di Indonesia, BHTV & balicamp.


Jadi secara umum IT Park ini terdiri atas; Fasilitas Bisnis (Business center, Information center, legal, etc.) Fasilitas penelitian (laboratorium IT) Fasilitas produksi (software house, service center, outsorching center, Fasilitas pendidikan (SMK, D1, D3, S1)

Fasilitas umum (Tempat pertemuan, meeting, tempat tinggal, community development dll). Support facility (telecommunication; VSATetc., wiring system, computer network, electricity etc.)


Simpulnya mungkin pada business center, yang mempunyai link dengan lembaga pendidikan, lembaga penelitian dan lembaga2 bisnis dimana terdapat berbagai jenis perusahaan yg bergerak di bidang IT


Mengambil contoh Bandung, mungkin simpul antara ITB, pasar elektronik Cikapundung, perusahaan2 stp PT LEN, INTI, Telkom, PTDI dll. Dan perusaaan IT spt ebDesk dll

Kalau Jakarta mungkin link: perguruan tinggi (UI, Binus dll, pasar glodok,erusahaan dikawasan industri semisal Pulogadung-Cikarang dll) serta berbagai perusahaan IT lainnya seperti sigma cipta caraka, jatis, trabas dll. Pola yg sama bisa dikembangkan di sekitar Bukittinggi


Demikian gambaran singkat dari ide besar tersebut yang saat ini masih berupa sebuah mimpi disiang bolong, tapi tak mustahil bisa terwujud. Perjalanan jauh dimulai dari derap langkah kecil


Wassalam

Prepared by Hendra Messa in Banduang

1 Comments:

Blogger Noes Indonesia said...

Sebuah pemikiran dan ide yang bagus sekali, hanya tinggal pelaksanaannya saja. Tapi terkadang di kampung ini kita butuh perjuangan yang masih panjang untuk membuat bibit aktivitas ini.

9:51 AM  

Post a Comment

<< Home